Translate

Popular Posts Today

Ranomi Kromowidjojo Atlet Belanda Masih Memiliki Darah Indonesia

Written By bambu on 7.8.12 | 14.12

Ranomi Kromowidjojo Atlet Belanda Masih Memiliki Darah Indonesia


Ranomi Kromowidjojo memasuki Olimpiade London dengan tulisan No. 1 setelah namanya. Ia santai-santai saja dengan pengharapan itu. Atlet Belanda tersebut merupakan perenang cepat favorit dalam nomor gaya bebas 50 meter dan 100 meter saat dia mencatat waktu tercepat dalam baju renang tanpa karet pada pertandingan di Belanda April lalu. Dan pada Kamis (2/8), Ranomi memenangkan medali emas dalam gaya bebas putri 100 meter, atau medali emas kedua untuk Belanda setelah yang pertama diraih atlet balap sepeda Marianne Vos.

Sebelumnya, pada presentasi tim Rabu (1/8), Ranomi bergabung dengan tiga perenang lainnya yang berbagi medali emas dengannya untuk nomor estafet 4x100 meter, baik pada Olimpiade lalu dan dua pertandingan dunia terakhir, dan semua perhatian tertuju ke arahnya. “Saya mengharapkan pertandingan yang baik. Saya tidak terfokus pada waktu,” ujarnya. “Saya tidak merasa mendapat tekanan. Tekanan paling besar datang dari diri saya sendiri. Saya ingin mencapai sesuatu yang besar.”

Reaksi Ranomi Kromowidjojo setelah memenangkan medali emas Olimpiade 2012. (Foto: AP)
​​​​Ayah Ranomi berasal dari Suriname dan kakek serta nenek buyutnya adalah orang Indonesia, namun Ranomi lahir dan besar di Belanda. Dua tahun lalu, ia terlepas dari meningitis, infeksi lapisan dalam selaput otak. Saat itu ia bertanya-tanya apakah ia bisa berenang lagi.

“Penyakit itu membuat saya bertambah kuat. Saya mengalami masa sulit tapi hal itu hanya membuat saya makin kuat,” tutur Ranomi.

Ia merupakan nama terbaru dalam daftar panjang perenang cepat hebat dari Belanda, dimulai dari Pieter van den Hoogenband dan Inge de Bruijn. Mereka berdua memenangkan 15 medali Olimpiade di Olimpiade Sydney 2000 dan Athena 2004.

Ranomi baru bergabung dengan tim Belanda saat De Bruijn pensiun pada 2007, dan masih menghadapi salah satu rival terlama De Bruijn, yaitu Therese Alshammar, 34, dari Swedia.

“Saya masih kecil saat itu, tapi saya ingat pertandingan mereka,” ujar Ranomi, yang berusia 21 tahun. “Inge adalah idola saya dan saya menantikan pertandingan melawan Therese dan juga Sarah [Sjoestroem, juga dari Swedia]. Pertandingannya akan menyenangkan.”

Penantang lain termasuk juara bertahan 50 dan 100 meter Britta Steffen dari Jerman dan Francesca Halsall dari Inggris. Ranomi dilatih oleh Jacco Verhaeren, yang sebelumnya melatih De Bruijn dan Van den Hoogenband. Mereka berlatih di stadion renang Pieter van den Hoogenband di Eindhoven bersama dengan anggota tim estafet Inge Dekker, Marleen Veldhuis dan Femke Heemskerk. Tim Belanda tiba di zona Olimpiade Selasa setelah menjalani kamp pelatihan selama delapan hari di Leeds, selatan Inggris.

“Mereka siap, persiapannya sangat bagus. Perjalanan kami dengan kereta api lancar, jadi semua orang bisa beristirahat dan segar,” ujar Verhaern. “Kami tidak memiliki masalah besar, tidak ada persoalan cedera atau sakit. Semua dapat melakukan pelatihan dengan baik. Semuanya baik-baik saja.”

Bagi Ranomi, prestasinya dalam setahun terakhir merupakan peningkatan yang bertahap. Di Shanghai, ia agak kecewa karena mendapat medali perak pada nomor 50 meter dan perunggu pada 100 meter.

“Ia dalam keadaan yang jauh lebih baik daripada Shanghai. Saat itu tidak buruk, tapi tidak cukup baik,” ujar Verhaeren. “Kami telah menemukan keseimbangan yang baik antara pelatihan dan istirahat. Kemampuannya telah sangat meningkat, baik saat memulai pertandingan, memutar, dan di dalam air. Sebelumnya ia sudah bagus, namun dalam semua hal, juga fisik, ia telah membuat langkah maju.” Dan hal itu telah dibuktikannya dengan merebut medali emas.(voa)
14.12 | 0 komentar | Read More

Curiosity Mendarat di Mars

Curiosity Mendarat di Mars


Badan angkasa luar Amerika Serikat NASA telah mendaratkan kendaraan penjelajahnya di Mars pada Senin (6/8), menyelesaikan langkah paling berat dalam misi penyelidikan jejak kehidupan di planet tersebut. 

Ruang pengontrol pada Laboratorium Propulsi Jet di NASA penuh dengan sorakan kegirangan setelah mengkonfirmasi bahwa kendaraan seberat 1 ton bernama Curiosity tersebut tiba di Mars setelah perjalanan delapan bulan. Foto-foto pertama dari pendaratan tersebut diterima kembali oleh NASA di bumi hampir pada waktu yang sama setelah konfirmasi pendaratan pada 5.30 UTC (12.30 WIB).

Pendaratan tersebut mengharuskan penggunaan parasut, roket pengerem dan skycrane untuk memperlamban Curiosity dari kecepatan lebih dari 22 ribu kilometer per jam.  Para ilmuwan NASA menyebutnya pendaratan yang paling menantang yang pernah mereka coba.

Curiosity merupakan fokus utama misi Laboratorium Sains Mars NASA seharga US$2,5 miliar. Kendaraan ini menempuh hampir 570 juta kilometer sejak diluncurkan November 2011.

Para pejabat NASA mengatakan pada jumpa pers Minggu (5/8) bahwa kendaraan luar angkasa tersebut berfungsi secara baik saat ia menaikkan kecepatannya kea rah target.

“Agak menggelisahkan, tapi saya tidur lebih baik tadi malam dibandingkan dengan dua tahun terakhir karena Curiosity berjalan sendiri sekarang,” ujar Adam Steltzner, kepala insinyur mekanik untuk mengarahkan Curiosity menuju Mars, persiapan pendaratan dan pendaratan.

“Jika saya ingat dengan kerja keras yang telah kami lakukan, saya percaya bahwa tim kami telah melakukan semua hal yang harus dilakukan sehingga kami pantas meraih sukses malam ini. Meskipun demikian, seperti yang kita ketahui bersama, kita tidak pernah dapat menjamin keberhasilan,” ujarnya.

Daerah tempat Curiosity mendarat memiliki keragaman geologis sehingga para ilmuwan ingin sekali menyelidikinya. Keragaman ini dapat dilihat dari peta yang didapat oleh pengorbit NASA Mars Odyssey.

Curiosity berjalan dengan kecepatan sekitar 20.000 kilometer per jam saat ia masuk ke dalam atmosfer Mars yang tipis. Ia hanya memiliki tujuh menit untuk menggunakan parasut, pendorong roket dan derek untuk mengurangi kecepatan dan melakukan pendaratan dengan selamat.

Selama periode tersebut, kendaraan tersebut berfungsi secara otonom. Para insinyur NASA tidak dapat menyaksikan peristiwa tersebut pada saat yang sama karena perlu 14 menit untuk sinyal radio mencapai Bumi dari Mars.

Steltzner mengatakan bahwa para ilmuwan dan insinyur yang mengawasi proyek tersebut “percaya diri, ketakutan secara emosional” dan siap. “Jumlah kontrol yang tim kami miliki selama memasuki Mars, turun dan mendarat sama dengan kontrol  yang dimiliki penonton di rumah. Kami bersama-sama dalam perjalanan ini,” ujarnya.

Kamera-kamera penghindar bahaya pada Curiosity mulai mengambil gambar segera setelah mendarat. NASA menerima gambar-gambar dengan resolusi rendah dan hitam putih beberapa menit setelah pendaratan.

Doug McCuistion, direktur program eksplorasi Mars di NASA, mengatakan bahwa Curiosity dilengkapi 17 kamera dan tak lama lagi akan menghasilkan gambar berwarna.

“Dalam beberapa hari, minggu dan tahun ke depan, aka nada sejumlah besar gambar, gambar yang menakjubkan, gambar berwarna sebenarnya seperti yang dilihat mata manusia, dan ini akan sangat menyenangkan,” ujarnya.

Tujuan utama misi ini adalah untuk melihat apakah Mars pernah memiliki kondisi yang dapat mendukung kehidupan microbial. Curiosity bertenaga nuklir tersebut dilengkapi dengan instrumen untuk menyelidiki keadaan geologi, cuaca dan tingkat radiasi di Mars selama dua tahun ke depan. Curiosity adalah pesawat luar angkasa NASA ketujuh yang mendarat di planet merah.

Sementara itu, Presiden Barack Obama mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pendaratan sukses Curiosity itu “menandai pencapaian teknologi tiada tara dan menjadi sumber kebanggaan nasional jauh ke masa depan.”

Kepala NASA Charles Bolden mengatakan para ilmuwan berharap misi Curiosity akan menjawab banyak pertanyaan lama tentang planet Mars.

“Curiosity, penjelajah paling canggih yang pernah dibangun, kini ada di permukaan planet merah itu dan akan berusaha menjawab banyak pertanyaan lama tentang apakah ada kehidupan di Mars atau apakah planet itu bisa mendukung kehidupan di masa depan,” demikian ujar kepala NASA.(voa)
13.54 | 0 komentar | Read More

Bora-Bora yang Eksotik dan Romantis

Bora-Bora yang Eksotik dan Romantis


Berlibur ke pantai selalu menimbulkan sensasi tersendiri. Ke-unikan dan udara laut yang segar membuat jernih pikiran. Aada sebuah pulau yang indah, bernama bora-bora. Pulau yang masuk dalam jajaran kepulauan Polynesia ini disebut sebagai pulau terindah di dunia. Laguna biru yang dilingkari terumbu karang mengitari pulau ini, dimahkotai gunung volkano setinggi 727 meter. Bora-bora terkenal sebagai destinasi bulan madu paling populer di dunia.

Bora-bora telah lama menjadi destinasi favorit wisatawan internasional karena terkenal dengan resor mewahnya yang berada di tengah laut. Kini, pulau ini bergantung sepenuhnnya pada pariwisata. Sudah banyak resor mewah yang dibangun di sekitar laguna Bora-bora. Hampir semua resornya memiliki bentuk yang identik; bungalow yang berdiri di atas rumah panggung di tengah air. 

Snorkeling dan diving adalah aktivitas wisata yang populer di Bora-Bora. Banyak spesies hiu dan ikan pari yang hidup di sekitar lagunanya. Karena itu, di pulau ini banyak operator diving yang menawarkan wisata memberi makan hiu dan pari.(okezone)
13.40 | 0 komentar | Read More